Resmi Dikukuhkan, Forum Pemberdayaan Masyarakat Siap Perkuat Pembangunan Gorontalo Utara

 

Seminar Bisnis UIGU
Dari Koneksi ke Kolaborasi untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan di Gorontalo Utara.(Pamflet admin FPM-GU)

 

Maestro-News.Com, Gorontalo Utara — Upaya penguatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara memasuki babak baru dengan dikukuhkannya Pengurus Forum Pemberdayaan Masyarakat Gorontalo Utara (FPM-GU) Periode 2025–2030, Selasa (16/12), bertempat di Lantai II Kampus Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU).

Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan seminar bertema “Dari Koneksi ke Kolaborasi untuk Mempercepat Pertumbuhan Bisnis melalui Jaringan Berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Utara”, yang menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan antara pemerintah daerah, akademisi, dan unsur masyarakat.

Pengurus FPM-GU, Asisten I, Rektor UIGU, Kepala Dinas Pemdes dan Pakar Manajemen Bisnis. (foto Admin FPM-GU)

 

Acara ini dikukuhkan secara resmi oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Abdulwahab Paudi, M.AP, yang hadir mewakili Bupati Gorontalo Utara. Kehadiran pemerintah daerah menegaskan pentingnya peran FPM-GU sebagai mitra strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah.

Prosesi Pengukuhan Pengurus FPM-GU Periode 2025-2028 oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra. (foto Admin FPM-GU)

 

Pesan Pemerintah: Pemberdayaan yang Berdampak Nyata

Dalam sambutannya, Abdulwahab Paudi menekankan bahwa esensi pemberdayaan masyarakat terletak pada kebermanfaatan dan dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari aspek materi, tetapi dari sejauh mana program yang dijalankan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kepuasan dan kebahagiaan tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga ketika kita melakukan kegiatan yang membawa manfaat dan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan FPM-GU dapat melahirkan rekomendasi yang relevan, aktual, dan dapat diimplementasikan secara nyata oleh pemerintah daerah bersama masyarakat.

Selain itu, Abdulwahab juga mendorong FPM-GU untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara, antara lain Program Mopomulo di sektor pertanian, Program G2 10 Plus untuk penguatan peternakan rakyat, serta Program Keluarga Surga Kasih Sayang dalam memperkuat ketahanan sosial berbasis keluarga.

Peran Strategis Perguruan Tinggi

Seminar ini menghadirkan Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Dr. Fatmah M. Ngabito, S.IP., M.Si, serta akademisi Dr. Muh. Sabir M., SE., M.Si sebagai narasumber. Keduanya menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dr. Fatmah menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebutuhan riil masyarakat dengan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan melalui riset dan pengabdian.

“Pemberdayaan harus melalui proses yang jelas, mulai dari perencanaan hingga dampak yang dirasakan masyarakat. Kolaborasi dan konektivitas menjadi kunci utama keberhasilan,” jelasnya.

Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

Sementara itu, Dr. Muh. Sabir menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat yang bertumpu pada potensi lokal dan pemanfaatan sumber daya manusia daerah. Menurutnya, akademisi lokal memiliki pemahaman yang kuat terhadap kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat setempat.

Ia memaparkan sejumlah contoh hasil riset terapan, seperti alat pengusir hama berbasis sensor, deteksi dini banjir, serta teknologi tepat guna lainnya yang telah dimanfaatkan masyarakat.

“Kolaborasi antar generasi sangat penting. Generasi muda memiliki keunggulan di bidang teknologi, sementara generasi yang lebih senior memiliki pengalaman dan kearifan lokal. Jika disinergikan, hal ini akan memperkuat UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menuju Gerakan Pemberdayaan yang Berkelanjutan

Pengukuhan pengurus FPM-GU Periode 2025–2030 ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun Gorontalo Utara yang mandiri dan berdaya saing.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada sore hari, para pengurus FPM-GU yang baru dikukuhkan menyatakan komitmennya untuk segera mengimplementasikan program kerja yang sejalan dengan visi pembangunan daerah serta menjawab kebutuhan nyata masyarakat di tingkat akar rumput.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *