
Maestro-News.Com, Gorontalo Utara — Penanganan kasus kematian Julia Sinta Sangala, siswi SMK Gentuma Raya yang ditemukan tewas di area perkebunan Desa Ketapang, Kecamatan Gentuma Raya, pada 2 Januari 2025, kembali menuai sorotan publik.
Didampingi kuasa hukum Tutun Suaib, SH., CPLC, keluarga korban mendatangi Mapolres Gorontalo Utara untuk mempertanyakan kejelasan penanganan kasus yang diduga kuat sebagai pembunuhan. Hingga menjelang satu tahun peristiwa tersebut, penyelidikan belum juga membuahkan penetapan tersangka.
Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, IPTU Maulana Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Ia menyebut, sejak awal Desember 2025 penyidikan kembali diintensifkan.
“Sejak awal bulan ini kami sudah berjalan penyidikan. Selain menunggu hasil Laboratorium Forensik, perkara ini kembali kami gelarkan di Polda. Saya juga turun langsung ke TKP karena baru menjabat sebagai Kasat Reskrim,” ujar IPTU Maulana, Senin (15/12/2025).
Ia mengungkapkan, pada 4 Desember 2025, penyidik telah mengambil hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik di Manado, yang saat ini masih dalam tahap pengkajian dan akan kembali digelar di Polda Gorontalo.
“Hasil Labfor sudah kami ambil dan sedang kami kaji. Ke depan, perkara ini akan kembali digelar di Polda. Untuk saat ini kami belum bisa menetapkan tersangka karena harus didukung bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Menurut IPTU Maulana, pihaknya juga meminta asistensi Polda Gorontalo guna menentukan langkah lanjutan dalam pengungkapan kasus tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum korban Tutun Suaib menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan Kasat Reskrim dan Kanit Reskrim Polres Gorontalo Utara, pihak kepolisian telah memastikan hasil Laboratorium Forensik sudah berada di tangan penyidik dan masih dalam tahap pengkajian.
Meski demikian, Tutun menegaskan pihaknya siap membantu aparat kepolisian dalam mengungkap perkara tersebut.
“Kami siap membantu pihak kepolisian. Jika di lapangan kami menemukan hal-hal yang mencurigakan, tentu akan kami koordinasikan. Tujuannya agar perkara ini terang benderang dan tidak menjadi tanda tanya bagi publik, khususnya keluarga korban,” tegasnya.
Keluarga korban berharap adanya keadilan atas kematian Julia Sinta Sangala. Mereka menilai lambannya pengungkapan kasus ini semakin menambah luka, terlebih dengan kondisi ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu.
“Kami hanya meminta keadilan. Jangan sampai hukum tumpul ke bawah. Apakah keadilan benar-benar ada untuk keluarga miskin?” ujar perwakilan keluarga dengan nada harap.












